๐Ÿ”ฅ Promo Daftar bulan ini & dapatkan FREE Audit Digital senilai Rp 500.000 โ€” Slot tersisa: 7 bisnis Klaim Sekarang โ†’
Komdigi Tekankan Infrastruktur AI Harus Hemat Energi dan Berdampak bagi Masyarakat
Berita 16 October 2026

Komdigi Tekankan Infrastruktur AI Harus Hemat Energi dan Berdampak bagi Masyarakat

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menyampaikan hal tersebut dalam acara Digital Infrastructure Summit 2026 di Jakarta Pusat pada Senin, 12 Oktober 2026. Ia menilai, pengembangan infrastruktur AI perlu diiringi pemanfaatan teknologi yang tepat agar investasi digital dapat menghasilkan dampak ekonomi dan sosial.

Jakarta, 12 Oktober 2026 ยท Pemerintah Indonesia menekankan bahwa pembangunan infrastruktur kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI) tidak cukup hanya berfokus pada peningkatan kapasitas komputasi. Pengembangan teknologi tersebut juga perlu memperhatikan efisiensi energi, pemerataan konektivitas, dan manfaat nyata bagi masyarakat.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menyampaikan hal tersebut dalam acara Digital Infrastructure Summit 2026 di Jakarta Pusat pada Senin, 12 Oktober 2026. Ia menilai, pengembangan infrastruktur AI perlu diiringi pemanfaatan teknologi yang tepat agar investasi digital dapat menghasilkan dampak ekonomi dan sosial.

Kementerian Komunikasi dan Digital

Infrastruktur AI Membutuhkan Energi dan Komputasi yang Memadai
Perkembangan AI mendorong peningkatan kebutuhan terhadap infrastruktur digital, termasuk pusat data, jaringan komunikasi, dan fasilitas komputasi berkapasitas tinggi. Infrastruktur tersebut menjadi fondasi bagi pengembangan berbagai layanan berbasis AI yang digunakan oleh perusahaan, lembaga pemerintahan, hingga masyarakat.
Pusat data berfungsi untuk menyimpan dan memproses informasi dalam jumlah besar. Sementara itu, sistem komputasi menyediakan kemampuan pemrosesan yang dibutuhkan untuk menjalankan model AI dan aplikasi digital.
Namun, peningkatan kapasitas komputasi juga diikuti kebutuhan energi yang semakin besar. Oleh karena itu, pembangunan infrastruktur AI perlu memperhitungkan ketersediaan listrik, efisiensi penggunaan energi, dan sistem pendinginan agar operasionalnya dapat berjalan secara berkelanjutan.
Nezar Patria menegaskan bahwa kapasitas komputasi yang besar tidak akan memberikan manfaat optimal apabila tidak dimanfaatkan secara tepat dan efisien.

Kementerian Komunikasi dan Digital



AI Diharapkan Membantu Meningkatkan Produktivitas UMKM
Salah satu manfaat yang disoroti pemerintah dari pengembangan AI adalah potensinya untuk meningkatkan produktivitas usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Teknologi AI dapat membantu pelaku usaha menjalankan berbagai aktivitas, mulai dari menyusun materi promosi, menganalisis data penjualan, memahami perilaku pelanggan, hingga mengotomatisasi pekerjaan administratif.
Bagi UMKM dengan sumber daya terbatas, pemanfaatan teknologi ini berpotensi membantu menghemat waktu dan mendukung pengambilan keputusan berdasarkan data.
Sebagai contoh, pelaku usaha dapat menggunakan perangkat analitik untuk memahami produk yang paling diminati pelanggan, mengevaluasi performa konten media sosial, dan mengidentifikasi waktu promosi yang lebih sesuai dengan perilaku konsumen.
Meski demikian, hasil penggunaan AI tetap perlu dievaluasi. Data yang tidak lengkap, instruksi yang kurang tepat, atau kesalahan interpretasi dapat menghasilkan rekomendasi yang tidak sesuai dengan kondisi bisnis.
Karena itu, penerapan AI sebaiknya disertai pemahaman terhadap kebutuhan usaha dan kemampuan pengguna dalam mengevaluasi hasil yang dihasilkan sistem.
Pemanfaatan AI untuk Kesehatan dan Pertanian
Pemerintah juga melihat peluang pemanfaatan AI di luar sektor bisnis dan industri teknologi. Bidang kesehatan dan pertanian menjadi dua sektor yang berpotensi memperoleh manfaat dari pengembangan teknologi tersebut.
Dalam bidang kesehatan, AI dapat membantu tenaga medis menganalisis informasi pasien dan mendukung proses identifikasi kondisi tertentu. Namun, penggunaannya tetap membutuhkan validasi, pengawasan tenaga profesional, serta perlindungan terhadap data kesehatan.
Sementara itu, di sektor pertanian, AI dapat membantu petani mengolah informasi cuaca untuk mendukung perencanaan waktu tanam, pemupukan, dan panen.
Penggunaan data yang relevan dapat membantu petani memahami kondisi lingkungan dan merencanakan kegiatan pertanian dengan lebih terukur. Efektivitasnya tetap bergantung pada kualitas data, ketersediaan teknologi, dan kesesuaian rekomendasi dengan kondisi lapangan.
Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa pengembangan AI tidak hanya berkaitan dengan industri teknologi, tetapi juga berpotensi mendukung sektor-sektor yang berhubungan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
Indonesia Memiliki Peluang Mengembangkan Industri Teknologi
Selain pengembangan komputasi dan konektivitas, Indonesia memiliki potensi sumber daya mineral yang dapat mendukung rantai pasok industri teknologi.
Nezar Patria menyoroti potensi mineral seperti nikel, timah, tembaga, bauksit, dan pasir silika sebagai bagian dari peluang pengembangan industri teknologi nasional.
Pemanfaatan potensi tersebut membutuhkan pengembangan industri yang mampu menghasilkan nilai tambah, termasuk melalui pengolahan bahan baku dan penguatan kemampuan manufaktur komponen teknologi.
Namun, pengembangan industri semikonduktor dan komponen teknologi membutuhkan investasi, keahlian khusus, infrastruktur pendukung, serta ekosistem riset yang kuat.
Karena itu, pengembangan sumber daya alam perlu diiringi peningkatan kemampuan industri dan sumber daya manusia agar Indonesia dapat berpartisipasi lebih jauh dalam rantai nilai teknologi global.

Kementerian Komunikasi dan Digital



Pengembangan AI Membutuhkan Talenta Digital
Pertumbuhan infrastruktur AI perlu diimbangi dengan ketersediaan tenaga kerja yang memiliki keterampilan sesuai kebutuhan industri.
Perusahaan membutuhkan tenaga profesional yang mampu mengembangkan, mengintegrasikan, mengoperasikan, dan mengamankan sistem digital. Kebutuhan tersebut mencakup bidang pengembangan perangkat lunak, analisis data, keamanan siber, komputasi awan, serta pengelolaan sistem AI.
Bagi tenaga kerja dan mahasiswa, perkembangan ini membuka kesempatan untuk meningkatkan keterampilan melalui pelatihan, proyek praktis, dan pembelajaran teknologi yang relevan.
Di sisi perusahaan, pengembangan kemampuan internal juga penting agar teknologi yang diadopsi dapat digunakan secara optimal. Investasi perangkat dan infrastruktur tanpa kesiapan pengguna berisiko tidak menghasilkan manfaat sesuai harapan.
Peningkatan talenta digital menjadi salah satu bagian dari upaya membangun ekosistem teknologi yang mampu mendukung pertumbuhan ekonomi dan daya saing nasional.
Tata Kelola AI dan Pemerataan Konektivitas Menjadi Perhatian
Pemerintah menyatakan terus memperkuat tata kelola AI melalui penyusunan peta jalan nasional, pengembangan infrastruktur digital, pemerataan konektivitas, dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
Tata kelola tersebut penting untuk memastikan pengembangan AI berjalan dengan memperhatikan keamanan, akuntabilitas, serta kebutuhan masyarakat.
Pemerataan konektivitas juga menjadi faktor penting karena manfaat teknologi digital akan sulit dirasakan secara merata apabila akses internet dan infrastruktur pendukung masih terbatas di sejumlah wilayah.
Di samping itu, pemanfaatan AI perlu mempertimbangkan perlindungan data dan risiko yang dapat muncul ketika sistem digunakan untuk memproses informasi penting.
Kolaborasi antara pemerintah, perusahaan teknologi, institusi pendidikan, dan pelaku usaha dibutuhkan untuk memastikan pengembangan AI berjalan seiring dengan kebutuhan industri dan masyarakat.
Peluang bagi Bisnis dalam Memanfaatkan Teknologi AI
Perkembangan infrastruktur AI membuka peluang bagi bisnis untuk meningkatkan efisiensi dan mengembangkan layanan berbasis teknologi. Namun, perusahaan tidak harus langsung membangun sistem AI sendiri untuk mulai merasakan manfaatnya.
Bisnis dapat memulai dari pemanfaatan perangkat digital yang sesuai dengan kebutuhan, seperti analitik pemasaran, otomatisasi layanan pelanggan, pengelolaan data, dan pengembangan website.
Dalam digital marketing, misalnya, AI dapat membantu menyusun ide konten, mengelompokkan data pelanggan, dan menganalisis hasil kampanye. Hasil analisis tersebut dapat menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan strategi pemasaran berikutnya.
Digi Solusi Creative menyediakan layanan pengembangan website, digital marketing, pengelolaan media sosial, digital advertising, serta SEO dan SEM untuk mendukung kebutuhan digital bisnis.
Pemilihan teknologi tetap perlu mempertimbangkan tujuan usaha, anggaran, keamanan data, dan kemampuan tim dalam mengelola sistem. Dengan pendekatan yang terarah, pemanfaatan teknologi dapat membantu bisnis memperkuat kehadiran digital dan menyesuaikan strategi dengan perubahan pasar.

Referensi
1. Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia โ€” Wamen Nezar: Infrastruktur AI Harus Hemat Energi dan Berdampak bagi Masyarakat, 12 Oktober 2026. Baca berita resmi
2. Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia โ€” Informasi kebijakan pengembangan AI, infrastruktur digital, dan talenta digital nasional. Kunjungi situs resmi Komdigi